2004 tahun yang cukup kelam bagi perjalanan hidup ini, mimpi melanjitkan ke SMP Yapia sirna dalam kata yang disampaikan bapak dan ema "bikin kolem ikan aja ya" Jawaban dari ema dan bapak saat saya bilang SMP Yapia sekolahannya bagus. Karna memang beberapa hari sebelumnya saya diajak main ke blok sukun dan melewati smp yapia parung saat itu oleh sahabat saya yang bernama amin, dia lebih dulu bersekolah disana karna memang kaka kelas di MI.
Bulan juni sampai juli 2024 terus berlalu tapi titik terang bersekolah belum juga muncul, orang tua sudah pasrah karna keterbatan ekonomi yang cukup parah, ibu nya menjahit dan bapak berjualan sayuran keliling saat itu. Memang banyak teman satu angkatan yang juga tidak melanjutkan bersekolah dengan alasan yang hampir sama dengan saya, keterbatasan ekonomi dan ada juga yang memilih beternak ikan hiasa dan juga bekerja.
Kesedihan mendalam yang sya rasakan kian pedih dan semakin parah melihat teman yang lain berangkat bersekolah ke smp yapia parung dengan berbondong-bondong berjalan kaki dari cogreg ke desa waru jaya menuju sekolah.
Bulan agustus 2004 sya mulai membuat kolam ikan berencana memelihara ikan hias, sambil ada rasa kecemasan dalam hati "mungkin ini jalan hidup saya".
Saat itu dalam keputusasaan ternyata ada informasi yang sangat penting dan menggembirakan dari guru MI yang sangat saya hirmati, dia memberi kabar kepada orang tua, " Anaknya mau sekolah ga? Gratis" Tanpa banyak basa basi orang tua sya langsung me "iya" Kan tawaran itu.

0 Komentar